Tampilkan postingan dengan label POLITIC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2009

Prabowo agen perubahan


Jenuh dengan partai itu2 saja? bosan dengan presiden yang gak ngaruh dengan nasib kita? jawabnya ada pada hati kita dan itu adalah "Prabowo". Dialah satu-satunya figur calon presiden yang minimal punya visi yang jelas tegas dan gamblang, tidak basa basi, tidak formalitas, tidak munafik, tidak sok santun. Apa yang bisa diharapkan dari keadaan sekarang ini? apa yang bisa dibanggakan? Rupiah jeblok, bencana dimana-mana, sembako mahal, sekolah mahal. Mungkin betul kata Prabowo : BLT yang cuma beberapa ratus ribu buat rakyat sungguh menyedihkan karena yang "dicolong" jauh lebih banyak. Kenapa begitu? Yah main logika saja, kalo DPT saja banyak data yang digelembungkan apalagi untuk urusan BLT? Wah bisa lebih parah lagi. Dan bisa dibayangkan berapa besar kebocoran BLT yang bisa terjadi dengan data yang kacau balau seperti itu? Akhir-akhir ini rakyat seakan dipaksa untuk tertawa dalam kepedihan, dipaksa untuk selalu percaya pada kebohongan, percaya pada kemunafikan, apa-apaan ini? Begitu culunkah kita ini? Kenyataan ini sungguh memukul logika kita. Para elit sudah tidak punya nurani? Buat apa wajah santun kalo aslinya penuh kemunafikan, buat apa? Hampir semua bicaranya bohong, munafik. Tak ada lagi yang bisa dipercaya. Kedepan tidak akan ada figur yang mampu menjadi akselerator perubahan kecuali satu "Prabowo". Hanya saja yang agak mengkhuatirkan adalah memang Gerindra ini apakah mampu meraup suara yang cukup signifikan? Karena rakyat selalu mempertimbangkan pilihan partainya dengan pasangan-pasangan calegnya. Banyak caleg Gerindra yang berupa politisi karbitan atau kalopun sudah senior mereka adalah kutu loncat dari partai lain karena tidak lagi kejatah posisi. Agak miris melihat kenyataan yang demikian. Ironi bila prabowo yang diidolakan sekian banyak kalangan justru harus gugur ditengah jalan karena suara partai pengusungnya jeblok. Untuk itu elit Gerindra harus sigap. Sebelum masa tenang segera buat iklan dengan pencitraan yang fokus, semisal gerindra is prabowo, atau slogan "siapapun calegnya pilihlah gerindra, partainya prabowo". Termasuk juga slogan2 indonesia macan asia harus terus dipopulerkan. Beberapa hari kedepan adalah pertempuran yang sebenarnya bagi Prabowo dkk. Siapkah para elit Gerindra? Semoga saja

Kamis, 12 Februari 2009

Berjudi mimpi dengan "nyaleg"


Disetiap sudut kota sampe pelosok desa akhir-akhir ini berderet gambar-gambar para caleg. Ada yang dengan bergaya ada juga yang difoto dalam posisi tegang, bloon bahkan adapula bergaya mirip foto narapidana. Kesemuanya itu adalah jalan pintas masyarakat yang ingin secara instan dikenal oleh banyak orang. Efektifkah cara ini? tentu jawabnya bisa "ya" bisa "tidak". Mereka yang rame-rame "nyaleg" sekarang ini tentu tidak pernah membayangkan bagaimana kehidupan sebagai seorang wakil rakyat atau politikus. Yang ada dalam angan mereka adalah jadi wakil rakyat identik dengan gaji gede, pendapatan sangat gede, fasilitas bejibun, dihormati aparat, bisa ngomelin pejabat dll tentu yang enak-enak. Padahal faktanya tidaklah selalu demikian indah. Jadi politikus itu berat buat pemula. Politikus adalah orang yang rela meninggalkan perasaannya demi kepentingannya. Maka tak heran para politisi ulung yang sering kita lihat di media saling mencaci dan memusuhi bisa saja beberapa jam kemudian duduk bersama, makan bersama bahkan berangkulan sambil tertawa seolah tak ada kebencian diantara mereka demi kepentingan, demi deal-deal politik tertentu. Ya begitulah politikus. Tapi sekarang ini saya sulit menemukan caleg yang bener-bener bisa menjadi "politikus". Sepintas para caleg sekarang ini hanyalah mereka-mereka yang mencari "nafkah" dengan cara yang berbeda. Hampir tidak ada yang bener-bener mempunyai background politik yang kuat. Sudah tidak rahasia lagi siapapun bisa menjadi caleg di beberapa partai tertentu asal mau mengeluarkan sejumlah fulus untuk keperluan itu. Tetangga saya dulunya hanya seorang penjual toko kelontong yang gak pernah keluar rumah, jarang bergaul, jarang ikut kerja bakti, sekarang menjadi caleg partai "abal-abal". Saya dengar dia jual tanah sebelah rumah untuk membiayai semuanya. Semua dengan uang bisa jadi caleg. Ya tentu hal ini tidak bisa dihindari. Seperti mesin yang perlu oli, Politik memerlukan uang untuk memuluskan gerak. Dengan uang gerakan yang sedikit saja bisa mendapatkan impact yang besar, semua karena uang. Tanpa uang gerakan politik jadi seret bahkan bisa saja mandek. Lalu bagaimana nasib para caleg yang tanpa background ideologi atau pengalaman politik yang cukup tapi hanya modal punya duit buat mendaftar dan bikin beberapa lembar poster untuk dipasang di depan rumah tetangga? Ya tentunya harap-harap cemaslah caleg yang demikian ini. Artinya mereka sebenarnya sedang bermimpi untuk sesuatu yang sangat amat sangat jarang bisa didapatkan. Lebih lugasnya mereka berharap ada pemilih yang "keseleo" tangan sehingga mencontreng namanya. Yaa Judi...berjudi dengan mimpi..itulah karakter umum caleg 2009.

Jumat, 19 September 2008

Prabowo pilihan paling logis


Prabowo Subiyanto telah resmi menyatakan maju sebagai calon presiden beberapa waktu lalu. Majunya prabowo menambah panjang daftar tokoh yang "ngebet" ingin menjadi presiden, mulai dari muka-muka lama mega, sby, kalla, amin rais dan yusril sampai muka baru stock lama seperti wiranto, sutiyoso dll. Namun penetrasi kampanye prabowo di berbagai media sangat signifikan. Walaupun capres lain melakukan hal yg sama namun kampanye prabowo dinilai oleh banyak pihak sebagai kampanye yang mempunyai tingkat efektifitas tinggi. Beda jauh dengan kampanye wiranto yg mengusung kemiskinan dan mencubit kinerja sby-jk. Kampanye wiranto ini sebagai suatu kesalahan pencitraan. Agen-agen wiranto mesti introspeksi diri bahwa model menjelek-jelekkan orang lain justru akan kontraproduktif. Kembali ke prabowo, keberhasilan kampanyenya tentu tak lepas dari kejeniusan tim kampanye prabowo dalam mencitrakan prabowo sebagai sosok pejuang rakyat yang akan membawa indonesia kembali menjadi macan asia. Inilah yang selalu ditangkap oleh setiap orang yang melihat kampanye prabowo. Didukung oleh dana kampanye yang besar popularitas prabowo mulai merangsek mendekati para tokoh populer yang didominasi muka-muka lama. Bahkan belum lama ini oleh lembaga survey Taylor Nelson Sofers prabowo dimasukkan dalam tiga besar calon presiden paling populer bersama-sama mega dan sby. Ini merupakan bukti-bukti awal bahwa prabowo memang layak dipilih. Apa yang membuat prabowo menjadi sosok alternatif logis bagi warga masyarakat yang sudah jenuh dengan kondisi bangsa ini? Jawabnya adalah :
1. Prabowo adalah sosok muda, ada arus besar yang menghendaki presidennya dipegang oleh orang muda
2. Prabowo punya visi paling jelas, selama ini para capres selalu berkoar dengan visi yg jadul, standart banget, ngebosenin banget : "seperti akan memakmurkan rakyat, bikin sekolah gratis dll...." kalo prabowo jelas akan mengembalikan kejayaan bangsa indonesia sebagai macan asia. jelas banget tidak ngabur!
3. Prabowo jelas cerdas dan pemberani banget, sejak menjadi taruna di akabri dan setelah menjadi jendralpun selalu menonjol dan dikenal sebagai tentara pintar dan pemberani. Tak ayal lagi sikap pemimpin yg seperti ini yg dikehendaki rakyat kebanyakan.
4. Prabowo terlanjur populer, dengan iklan jitunya telah menjadi sangat populer di masyarakat bawah yaitu petani, nelayan dan pedagang pasar, yang menurut data bahwa profesi itu dilakoni oleh lebih dari separo jumlah penduduk kita.
Tentu paparan ini masih ada kurang lebihnya namun demikian mengamati perkembangan politi terakhir setidaknya sampai semester kedua tahun ini dan dengan analisa yang jernih tentu dapat diambil kesimpulan awal bahwa untuk pilpres 2009 prabowo adalah pilihan yang sangat logis. (Logo partai)

Jumat, 28 Maret 2008

Agus-Kholiq gembosi Bibit-Rustri ?



Suhu PILKADA Jawa Tengah makin menghangat dengan kemunculan pasangan Agus Suyitno dan Kholiq yang diusung PKB. Jelas kemunculan Agus-Kholiq diprediksi akan membikin repot kubu Bibit-Rustri. Agus Suyitno dengan latar belakang TNI dan pernah menjabat Pangdam IV/ Diponegoro jelas sekali akan memecah suara keluarga besar TNI yang diharapkan akan bulat membela Bibit. Ditambah lagi dengan pasangan Agus yaitu Kholiq yang seorang Bupati Wonosobo sudah barang tentu akan mengobrak-abrik suara dari warga banyumasan basis suara Rustriningsih. Sungguh Gus dur seorang politikus yang cerdik. Setelah "ngambek" karena tidak didengar oleh kubu PDIP seolah Gus dur ingin membalas dengan membuat para politikus PDIP kebakaran jenggot. Gus dur sengaja memasangkan Agus dengan Kholiq bukan dengan Ali Mufiz yang santer diberitakan. Kholiq sudah tentu akan menjadi sandungan buat Rustriningsih dalam menggalang suara warga Banyumas dan sekitarnya. Sekarang saatnya Cahyo Kumolo CS memeras otak untuk memuluskan jalan Bibit ke Jateng-1. Lalu siapa diuntungkan? Kandidat yang berpotensi memperoleh keuntungan dari duel dua figur TNI ini adalah Sukawi-Sudharto. Walaupun tipis diprediksi pasangan 2S ini akan memenangkan pemilihan gubernur jawa tengah yang akan digelar beberapa bulan lagi. Dari beberapa polling yang dilakukan beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pasangan Sukawi_Sudharto patut diperhitungkan. Nah kondisi sekarang dengan munculnya figur Agus_Kholiq seolah semakin menguatkan posisi Sukawi yang sebelumnya diprediksi hanya akan terkalahkan oleh Bibit-Rustri. Sukawi terlepas dari isu-isu korupsi yang membelitnya diyakini punya "amunisi" yang cukup untuk melakukan penggalangan baik kepada grass root maupun lobi-lobi kelas atas. Tinggal bagaimana Sukawi -Sudharto mampu memanfaatkan momentum duel kubu Agus dan Bibit. Jadi Sukawi yang akan unggul ? Kita tunggu saja tanggal mainnya. (foto dikutip dari www.perspektif.com)